Senin, September 29, 2014

Dasar-Dasar Membuat Laporan Sequensial (Linking) dengan Spreadsheet: Studi kasus pada Laporan PWS KIA (Kebidanan)

(Potongan) Materi ini disampaikan pada Bintek Bidan PTT Kementrian PDT di Mataram. Artikel ini ditujukan bagi (pemula) yang baru  menguasai Spreadsheet ( Excel, Calc, atau lainnya) dan ingin memaksimalkan penggunaannya untuk pembuatan laporan yang sekuensial seperti pada laporan bulanan kegiatan kesehatan.
Contoh yang digunakan adalah laporan kebidanan. Data yang ada disini fiktif dan hanya digunakan sebagai latihan saja.

Catatan : Bagi anda yang sudah pada level menengah ke atas dapat melihat pengembangan penggunaan spreadsheet pada link Video edukasi di bagian bawah blog ini.

Menghilangkan pesan document recovery pada libreoffice

Kesal karena setiap kali memulai libreoffice selalu muncul pesan seperti gambar berikuti ini ?
Senyum !, karena ini hanyalah masalah kecil yang dapat diselesaikan dengan mudah !

Pesan ini muncul karena adanya proses penyimpanan file yang tidak sempurna, atau karena komputer dimatikan pada saat dokumen sendang terbuka dan belum disimpan, atau karena mati lampu. Rasanya tidak terlalu perlu membahas tentang penyebabnya karena yang penting adalah bagaimana menyelesaikannya saat ini.

Minggu, September 21, 2014

Catatan Kecil untuk mengatasi kondisi Problem : E:Encountered a section with no Package: header, E:Problem with MergeList


Jika ada tanda stop di pojok kanan atas desktop ubuntu dengan pesan yang panjang seperti di atas, itu artinya ada proses update yang terganggu sebelumnya, bisa karena hubungan internet yang terputus atau hal lainnya. Akibatnya baru akan terasa ketika anda akan melakukan update, atau ingin membuka software center, atau package manager. Semuanya tidak dapat dibuka dengan normal.
Jangan panik, penyelesaiannya sangat mudah. Coba copas kode berikut ini di CLI

sudo rm /var/lib/apt/lists/* -vf
sudo apt-get update

Jika ini berhasil,silahkan tinggalkan comment. Terima kasih.

Mail merge di Libre Office Writer tidak bisa menggunakan data dari Calc atau sumber lain ?


Bagi anda yang tergolong medium-Advance, pasti pernah menggunakan fasilitas mail merge dalam pekerjaan sehari-hari. Libre office memiliki fungsi ini dan tergolong cukup lengkap. Anda bisa menggunakan sumber data lain (selain address list standar) untuk membuat surat atau dokumen yang sesuai dengan kebutuhan anda. Data lain tersebut bisa berasal dari Spreadsheet, MySQL dll.
Saya tidak akan membahas tentang cara membuat mail merge karena tutorial tentang ini sudah banyak sekali. Silahkan digoogle saja jika anda ingin mempelajari caranya. Disini saya akan menjelaskan hal-hal yang sering saya temui ketika akan membuat mail merge.

Senin, Agustus 18, 2014

AutoClose Quotes and Paranthesis: Menutup tanda petik dan kurung secara otomatis pada geany

Menulis kode program komputer akan sangat terbantu dengan adanya fasilitas autoclose quotes dan brackets. 
Auto close adalah fasilitas yang memungkinkan anda untuk mengetik tanda petik, atau kurung sekali saja, kemudian geany akan menambahkan tanda petik atau kurung penutup secara otomatis dan meletakkan kursor di antara tanda petik atau kurung tersebut. Anda tingal mengetik kode saja.
Fasilitas ini dapat mengurangi 'sytax error' akibat lupa menutup kembali tanda petik ganda atau tunggal atau tanda kurung. Namun sayang fasilitas ini tidak diaktifkan secara default. Untuk mengaktifkannya silahkan ikuti langkah berikut ini

pilih menu edit - preference


Pilih Editor dan pilih tab Completion. Silahkan di pilih sesuai kebutuhan.

Menggunakan Python 3 pada Geany: Sebuah catatan kecil

Geany adalah text editor serba guna yang dapat diperoleh secara gratis di www.geany.org. Saya mengenal geany sejak sekitar 2008 dan sejak saat itu langsung menggunakan geany untuk berbagai keperluan programming dan belum pernah merasa kecewa. Saya menggunakan untuk membuat beberapa web site (php) dan juga untuk programming dengan python. Tentu saja dukungan pada geany tidak terbatas pada python tapi pada hampir semua bahasa pemrograman dan scripting language. Dukungan tersebut tidak hanya sebatas syntax higligting, tapi juga dapat melakukan kompilasi dan menjalankan program yang dibuat. Ini membuat geany menjadi cukup ideal untuk dijadikan IDE.

Ok... sekarang langsung ke topik. Secara default (pada saat ini) geany menggunakan python 2.7. Permasalahannya adalah bahwa saya ingin menggunakan python 3 ke atas sebagai default. Solusinya adalah sebagai berikut

buka file filetypes.python yang ada di /usr/share/geany/ dengan cara

sudo geany /usr/share/geany/filetypes.python


Tulis password anda

cari dua baris paling bawah dan jadikan sebagai komentar dengan cara menambahkan tanda pagar ( # ) di awal baris

copas kode berikut ini

compiler=python3 -c "import py_compile; py_compile.compile('%f')"
run_cmd=python3 "%f"


Simpan file ini dan tutup geany. Sekarang anda bisa membuka geany kembali. Buat python anda dan coba jalankan dengan f5

Untuk mengembalikan defaut geany ke python 2 anda dapat menambahkan tanda komentar ( #) di awal kedua baris tambahan dan menghapus tanda (#) pada dua baris sebelumnya.

Selamat mencoba

Senin, Juni 02, 2014

Membuat Custom (menu) Launcher pada Ubuntu

Jika anda menginstall Linux Ubuntu, maka secara default akan mendapatkan menu pada sebelah kiri layar yang dikenal dengan istilah 'Launcher'. Untuk meletakkan menu dalam launcher anda cukup melakukan dragging (menyeret) aplikasi yang sedang terbuka ke launcher tersebut. Demikian juga untuk menghapusnya, anda cukup klik kanan pada launcher, pilih Unlock From launcer.

Untuk anda yang menyukai tantangan, mungkin cara 'mudah' tersebut tidak cukup menyenangkan. Berikut ini cara kreatif untuk menambahkan menu ke launcher secara manual.

Buat file text yang isinya kurang lebih sebagai berikut


[Desktop Entry]
Name=Calibre
GenericName=E-Book Reader
Comment=Application for Virtual Library
Exec=calibre
Icon=/home/sastrawan/Pictures/icon/calibre.png
Terminal=false
Type=Application
Categories=EbookReader;Library


Bagian yang paling penting adalah Exec = yang berisi perintah yang akan dijalankan.Silahkan sesuaikan isi item lainnya dengan kebutuhan anda, misalnya anda bisa membuat icon sendiri sesuai keinginan dll.

selanjutnya simpan dengan nama namaFile.desktop. Sekarang tinggal seret file tersebut ke launcher. Insya Allah anda akan melihat hasilnya.

Update :
Kadang - kadang lauchernya 'Malas' keluar sekalipun sudah diseret. Tapi jangan panik, ini masih bisa diatasi dengan cara

Pastikan file .desktop anda terletak di  ~/.local/share/applications
dan icon ditempatkan di /usr/share/pixmaps 
gsettings set com.canonical.Unity.Launcher favorites "['namaFile.desktop']"

sebelumnya letakkan file desktop di

untuk melihat semua yang ada di launcher gunakan perintah :

gsettings get com.canonical.Unity.Launcher favorites
Update:
Kalau semua masih ribet juga gunakan trik berikut ini:
Buka Aplikasi melalui superkey (logo window pada keyboar) kemudian ketik nama aplikasi. Setelah terbuka silahkan klik kanan pada judul applikasi dan pilih
lock to launcer
Insya Allah ces pleng !...